Kamis, 05 Desember 2013

fashion batik

Fashion Batik Modern - Kreasi Batik Modern Pemesanan add pin BB 226285D6

Selamat datang di Taman Arum Batik tempat yang tepat untuk memesan, membuat kreasi batik modern, Fashion Batik Modern yang eksklusive unik dan sangat personal. Silahkan hubungi kami di +62818497584 atau lihat dan pilih kreasi kami di katalog produk.

Produk Terbaru

Info Terbaru

20 July , 2013 , kategori : Blog
Batik Tulis cirebon adalah salah satu warisan motif batik yang unik sebagai batik pesisir yang sangat bagus untuk dijadikan baju batik perempuan modern. Fashion Batik Modern sangat penting mengembangkan kreasi dan desain baju menggunakan batik-batik tulis nusantara termasuk batik tulis cirebon ini.Untuk pemesanan Batik tulis Cirebon yang dikreasikan dan

fashion remaja

Usia remaja merupakan usia pengenalan jati diri, ingin mendapat pengakuan, ingin di perhatikan dll. Para remaja sekarang ini umumnya memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar, ingin coba-coba dan suka sekali meniru gaya dan tindakan yang pernah dilihatnya.
Begitu juga dalam hal cara berbusana, kalangan remaja tidak mau ketinggalan dengan gaya-gaya trend terbaru saat ini. Ia cenderung untuk terus mengupdate gaya fashionnya.  Ironisnya, model fashion yang mereka favoritkan tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh Islam.
Sebagian dari pemuda kita lebih senang dan merasa ‘cool’ -katanya- ketika mengenakan jenis fashion dari negara-negara luar Islam. Seperti yang trend saat ini adalah baju korea. Tidak hanya itu,  mereka juga beranggapan bahwa mengenakan pakaian Islami tidak gaul dan terkesan membuat mereka ribet dan tidak nyaman. Persepsi ini perlu diluruskan, karena sesungguhnya kalau kita mau menelaah jenis fashion yang dikenakan oleh Nabi sudah sangat cukup dijadikan sebagai tuntunan bagi para remaja khususnya dan semua kalangan umumnya.
Dalam salah satu riwayat dari Ibnu Abbas dijelaskan bahwa Rasulullah saw. terkadang  mengenakan baju yang pendek lengannya, terkadang mengenakan baju yang panjang lengannya. (Hr, Ibnu Majah)
Dari hadits di atas mengilustrasikan bahwa kadang kala Nabi mengenakan pakaian lengan pendek dan di lain kesempatan beliau mengenakan pakaian lengan panjang. Dua jenis pakaian ini beliau gunakan sesuai dengan tempat dan kondisinya. Pakaian lengan panjang beliau kenakan pada saat musyawaroh bersama sahabat-sahabatnya, atau ketika harus tampil di depan guna menyampaiakan khutbah, ceramah, dan beberapa kegiatan lain yang terkesan formal atau semi formal. Beliau merasa, jika dalam kondisi yang demikian tidak mengenakan pakaian lengan panjang terkesan tidak sopan. Sementara pakaian lengan pendek beliau pakai pada saat keadaan santai, bercengkrama dengan para istrinya dan ketika cuaca sangat panas.
Dari dua jenis model pakaian tersebut, tidak ada yang lebih Nabi utamakan. Sebab dua model ini sama-sama Nabi gunakan. Hanya saja yang perlu kita ketahui bahwa Nabi bisa memposisikan dua jenis pakainnya itu sesuai tempatnya, sehingga walaupun Nabi tidak banyak memiliki pakaian, beliau selalu tampil rapi, serasi dan patut. Keternagan ini memberikan pelajaran kepada kita, di dalam mengenakan pakaian tidak boleh asal pakai tetapi harus disesuaikan dengan tempat dan kondisinya.
Pelajaran lain yang dapat dipetik dari hadits di atas adalah Nabi ingin menunjukkan kepada para umatnya bahwa Islam juga mengenal mode pakaian. Di dalam Islam tidak hanya satu model pakaian, justeru sebaliknya. Banyak ragam di sana. Maka setiap orang berhak menuangkan kreasi dan inovasinya dalam mode pakaian. Tidak hanya itu, motif dan corak pakaianpun tidak diatur secara tegas dalam Islam. Itu artinya Islam telah memberikan keloggoran kepada penganutnya untuk mendinamisasikan jenis pakaian agar tidak monoton, nyaman dipakai dan enak dipandang mata, dengan syarat tetap menutup aurat.
Hal ini sebenarnya tidak hanya berlaku bagi kaum laki-laki, akan tetapi berlaku juga bagi kaum perempuan. Tentang model, corak, dan motif islam memberikan sepenuhnya kepada pemeluknya. Tidak ada aturan yang tegas dalam jenis jilbab tertentu yang harus dikenakan oleh seorang perempuan.  Ini merupakan lahan basah bagi mereka untuk mengerahakan semua bentuk kekreatifitasnya dalam desain pakaian, agar tidak senantiasa mengekor pada dunia barat.
Sebagai kesimpulan, anggapan bahwa dengan berpakain Islami seseorang merasa terbebani untuk bergaya itu perlu di telaah kembali, karena islam telah memberikan sepenuhnya kepada penganutnya untuk mengenakan pakaian jenis apa saja asal menutup aurat.
- See more at: http://cyberdakwah.com/2013/11/fashion-remaja-perspektif-nabi/#sthash.yqOordoa.dpuf

fashion sekolah

Mode sekolah semua menawarkan sesuatu yang sedikit berbeda, sehingga merupakan ide yang baik untuk memiliki ide bagus tentang apa sebenarnya yang ingin Anda lakukan dalam industri fashion sebelum Anda menetap pada sekolah desain mode tertentu di Inggris. Inggris menawarkan banyak pilihan sekolah fashion desain besar, begitu banyak yang satu benar-benar dapat merasa kewalahan ketika mereka mencoba untuk memilih hanya satu! Batasi stres Anda dalam mencari sekolah yang tepat dengan mempertimbangkan setiap aspek karir masa depan Anda serta kemampuan saat ini setiap sekolah fashion.
Ada beberapa elemen dengan bisnis fashion yang satu akan ingin untuk mempertimbangkan. Tidak hanya akan Anda ingin memahami bagaimana pakaian yang dibuat, Anda juga akan ingin belajar sejarah mode, tren saat ini, tren pasar, pemasaran, penjualan, dan merchandising. Tergantung pada apa yang ingin Anda lakukan ketika Anda selesai dengan sekolah Anda akan menentukan elemen-elemen yang Anda akan ingin menempatkan penekanan yang paling di selama pendidikan fashion Anda. Apa yang ingin Anda lakukan juga akan menentukan Inggris sekolah desain mode yang tepat untuk Anda. Jika satu sekolah fashion mengkhususkan diri dalam pembuatan pakaian dan Anda ingin pergi ke pemasaran, yang mungkin bukan sekolah fashion yang tepat pada siswa Inggris dengan tujuan karir tertentu harus hadir.
Setelah Anda memiliki karir arah Anda sementara dipetakan keluar untuk diri Anda siap untuk mencari sekolah fashion desain yang tepat Inggris dapat menawarkan Anda. Salah satu sekolah mode Inggris dikenal adalah The School of Design. Sekolah Desain menawarkan sedikit segala sesuatu dan dengan mudah dapat menawarkan pendidikan baik-bulat bagi mereka yang tidak memilih hanya satu elemen dari industri fashion yang mereka ingin mengejar. London College of Fashion juga cukup populer dan terjadi untuk menyediakan pendidikan yang sangat baik juga. Jika Anda ingin menghadiri membanggakan sekolah mode Inggris siswa tentang dalam waktu luang Anda, Anda mungkin ingin mempertimbangkan Kampus Milan Fashion. Milan Fashion Kampus adalah sebuah sekolah fashion online, yang sangat bagus bagi mereka yang saat ini memiliki tanggung jawab untuk menghadiri dan tidak bisa mendedikasikan semua waktu mereka untuk sekolah fashion. Jika sebuah sekolah mode internasional adalah kecepatan Anda, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk menghadiri Poli Moda di Inggris di mana Anda akan menerima pendidikan di semua hal fashion internasional.
Mencari desainer Inggris desain fashion sekolah akan mendukung tidak sulit, karena banyak sekolah yang tercantum di atas didukung oleh beberapa nama terbesar di fashion saat ini. Ingat, setiap siswa harus memutuskan untuk dirinya sendiri yang merupakan sekolah mode yang tepat untuk mereka dan jalan karir mereka saat ini. Jika Anda sedang mempertimbangkan pergi ke sekolah mode di dua tahun, itu tidak terlalu dini untuk mulai melakukan penelitian tentang sekolah di Inggris yang akan paling cocok untuk Anda. Pertimbangkan mana Anda tinggal, di mana Anda mampu untuk hidup, reputasi sekolah, kurikulum sekolah saat ini yang menawarkan, dan rencana karir Anda. Bila Anda mempertimbangkan semua hal ini Anda mungkin akan dapat mempersempit pilihan Anda ke sekolah mode hanya satu atau dua untuk memilih dari, dan kemudian Anda dapat pergi dengan insting.

fashion show

Fashion show

From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search
Nataliya Gotsiy modeling for Cynthia Rowley, Spring 2007 New York Fashion Week
Models wearing Slava Zaitsev fashions in Moscow, January 2007.
Men's fashions for 1948, shown in Los Angeles
A fashion show is an event put on by a fashion designer to showcase his or her upcoming line of clothing during Fashion Week. Fashion shows debut every season, particularly the Spring/Summer and Fall/Winter seasons. This is where the latest fashion trends are made. The two most influential fashion weeks are Paris Fashion Week and New York Fashion Week, which are both semiannual events.
In a typical fashion show, models walk the catwalk dressed in the clothing created by the designer. Occasionally, fashion shows take the form of installations, where the models are static, standing or sitting in a constructed environment. The order in which each model walks out wearing a specific outfit is usually planned in accordance to the statement that the designer wants to make about his or her collection. It is then up to the audience to not only try to understand what the designer is trying to say by the way the collection is being presented, but to also visually deconstruct each outfit and try to appreciate the detail and craftsmanship of every single piece. A wide range of contemporary designers tend to produce their shows as theatrical productions with elaborate sets and added elements such as live music or a variety of technological components like holograms, for example.

History

Because "the topic of fashion shows remains to find its historian",[1] the earliest history of fashion shows remains obscure.
In the 1800s, "fashion parades" periodically took place in Paris couture salons.[2]
American retailers imported the concept of the fashion show in the early 1900s.[2] The first American fashion show likely took place in 1903 in the New York City store Ehrlich Brothers.[2] By 1910, large department stores such as Wanamaker's in New York City and Philadelphia were also staging fashion shows.[2] These events showed couture gowns from Paris or the store's copies of them; they aimed to demonstrate the owners' good taste and capture the attention of female shoppers.[2]
By the 1920s, retailers across the United States held fashion shows.[2] Often, these shows were theatrical, presented with narratives, and organized around a theme (e.g. Parisian, Chinese, or Russian).[2] These shows enjoyed huge popularity through mid-century, sometimes attracting thousands of customers and gawkers.[2]
In the 1970s and 1980s, American designers began to hold their own fashion shows in private spaces apart from such retailers.[2] In the early 1990s, however, many in the fashion world began to rethink this strategy.[2] After several mishaps during shows in small, unsafe locations, "[t]he general sentiment was, 'We love fashion but we don't want to die for it,'" recalls Fern Mallis, then executive director of the Council of Fashion Designers of America.[2] In response to these shows, the New York shows were centralized in Bryant Park during fashion week in late 1993.[2] Lately from the 2000 to today, fashion shows are usually also filmed and appear on specially assigned television channels or even in documentaries.[3]

See also

References

Romantic fashion model.JPG
  1. Jump up ^ Valerie Steele, chief curator and director of the Museum at the Fashion Institute of Technology, quoted in Fortini, Amanda. How the Runway Took Off: A Brief History of the Fashion Show. Slate Magazine (Feb. 8, 2006).
  2. ^ Jump up to: a b c d e f g h i j k l Fortini, Amanda. How the Runway Took Off: A Brief History of the Fashion Show. Slate Magazine (Feb. 8, 2006).
  3. Jump up ^ Bible Black, a documentary on a fashion show held by Andrew Mackenzie Urban.dk, 13.11.2008, artikel-id: e14a0053 (Nov. 11, 2008).

External links

fashion kuno

SEJARAH MODE
Sejarah mode memberi kesempatan pada kita untuk mengetahui wujud busana manusia dari masa ke masa.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila memahami pengetahuan ini. Karena sejarah mode merupakan sumber inspirasi yang tak kunjung kering apabila kita memerlukan ide baru bagi perkembangan kreatifitas.
Pengetahuan tata busana dari berbagai periode kebudayaan umat masnusia sangat diperlukan bagi seseorang yang menekuni bidang piñata busana di dunia teter, film atau tv. Disamping itu pengetahuan sejarah mode setidak tidaknya akan memperluas wawasan dan memungkinkan kita memproyeksikan diri dalam alur sejarah masa kini dan masa depan.
Memahami wujud busana masyarakat tertentu berarti memahami pula kebudayaan masyarakat itu dan mengerti berbagai aspek keberadaannya.
Sebagai awal kita akan mengenal tata busana di Dunia Kuno, adalah peradaban yang terjadi disekitar Mediterranea pada masa sebelum Masehi
Pada dasarnya pakaian tidaklah hanya merupakan alat pelindung terhadap keadaan cuaca semata mata. Suku bangsa primitive ada kalanya mengenakan pakaian tebal panas di Katulistiwa dan kadang-kadang hamper telanjang didaerah kutub.
Ini sebagian dikarenakan adanya keinginan merias diri yang lebih kuat dibandingkan penyesuaian dengan keadaan sekitar. Kiranya sedikit sifat ini tidak hanya ada dimasa purba tetapi hingga masa kini pun sikap itu masih terpelihara disebagian umat manusia.
Perbedaan berbusana antara suku bangsa di pegunungan, kaum nomadan, penghuni padang pasir, goa, petani dan orang kota terlihat jelas. Sedangkan pada golongan berkedudukan tinggi, kaum ningrat dan aristocrat unsure-unsur simbolis kedudukan mereka sangat ditonjolkan.
Bangsa-bangsa kuno pada mulanya hanya mengenakan kain cawet, kadang-kadang dilengkapi dengan selendang. Tutup kepala dan alas kaki, hamper tak dipakai. Busana zaman kuno yang sangat berpengaruh adalah busana yang berasal dari suku bangsa yang memiliki kebudayaaan sendiri seperti bangsa Mesir Kuno dan Bangsa Babylonia. Kedua bangsa ini memiliki bentuk dasar busana yang sama yaitu bentuk dasar kemeja.
Bangsa Mesir Kuno menghias bentuk dasar ini dengan mempergunakan kain itu sendiri, yaitu dengan cara pemberian lipit-lipit ( pleats, plissee ). Bangsa Babylonia dengan menambah potongan-potongan strook yang berumbai-rumbai.
Bentuk kostum dari masing-masing suku bangsa zaman kuno ini saling berbeda tapi sepintas tak terlihat perbedaannya. Potongan-potongan kain besar atau lebarnya tergantung yang dihasilkan oleh alat tenun pada masa itu diterima sebagai bentuk dasar kostum untuk kemudian dilipat, dililit, dilingkarkan atau disusun pada badan dalam aneka perbandingan panjang atau lebar kain itu sendiri.
Akan jelas bahwa dengan demikian busana zaman kuno dapat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu :
  1. Rok – rok lipit ( sarung )
  2. Bentuk dasar kemeja
- tunika
- kaftan
Tunika dan kaftan hingga kini masih dikenakan oleh bangsa-bangsa di Afrika Utara dan Timur Tengah.
  1. Deraperi.
Sepotong kain disusun pada bahan, acapkali sebagai tambahan. ( ingat : sari pada busana khas India )
Busana deraperi memberi aksen pada gerakan badan hingga merupakan pakaian paling plastis dari Dunia Kuno.
Dalam dunia kuno bentuk celana hamper tidak digunakan. Sesekali bentuk ini dijumpai sebagai pakaian rasionil pada suku bangsa- suku bangsa pegunungan atau pada suku bangsa-suku bangsa penunggang kuda.
MESIR KUNO
Salah satu pusat peninggalan kebudayaan yang tertua didunia terdapat di daerah lembah sungai Nil di Mesir semasa 4000 tahun SM. Ditemukan oleh Pasukan Napoleon dari Perancis yang menyerbu dan menduduki daerah subur sungai Nil pada tahun 1797. Seorang Ilmuwan Perancis yang bernama CHAMPOLLION berhasil membaca batu bertulis Rosetta ( nama desa ) yang kemudian huruf-huruf atau aksara-aksara yang terdapat di Mesir Kuno kemudian dikenal sebagai HYROGLYPH. Sejak sekitar tahun1800 itulah segenap sejarah Mesir dari masa 4000 tahun sebelum Masehi terungkap.
Mesir juga disebut sebagai Negeri Hadiah Sungai Nil karena kesuburannya. Dengan singkat, periode-periode pra sejarah Mesir adalah :
  1. Periode pra sejarah dan sejarah awal hingga 3000 SM
  2. Periode Kerajaan Kuno 3000–2000 SM
  3. Periode Kerajaan Pertengahan 2100–1800 SM
  4. Periode Kerajaan Baru 1580–1085 SM
  5. Periode Penjajahan Asing 1085 – 395 SM
- Periode Saitis 663 – 525 SM
- Periode Ptolomeus 332 – 30 SM
- Periode Romawi 30 – 395 M
6. Periode Kristen Awal, masa perkembangan kebudayaan Koptik 395 – 640 SM
7. Islam.
Awal keruntuhan Kerajaan Mesir Kuno adalah pada masa Penjajahan Asing, namun hingga sekarang, hampir 30 abad kemudian sejarah Kerajaan Mesir Kuno tetap menjadi misteri yang belum terungkap dengan tuntas. Dan manusia-manusia di abad modern, belum berhenti untuk mencoba mengungkap.
BUSANA DAN PERLENGKAPAN BUSANA MASYARAKAT MESIR KUNO
Zaman Mesir Kuno dapat dikatakan zaman emas karena pada masa itu telah mengenal emas dan tersedia sangat berlimpah. Kaum ningrat bias meletakkan emas dimana saja sehingga logam mulia itu seakan-akan tidak bernilai bagi mereka.
Busana yang dipakai pada masa itu masih dalam bentuk yang sangat sederhana berupa busana dalam bentuk kemeja tanpa krag dinamakan KALASIRIS.
Dalam periode kerajaaan kunoKalasirirs berlengan setali ini sangat pendek dan ketat, sedangkan dalam periode kerajaan baru kalasiris dibuat panjan dan lebar serta diberi lipit-lipit yang merupakan unsure dekoratif yang sangat dominant pada tata busana bangsa Mesir kuno.
Pelengkap Kalasiris : berbagai sarung pendek dan aneka krag. Yang dibuat dari berbagai macam bahan. Sepeti Linen yang dikanji sangat kaku agar mudah dibentuk, ini biasa digunakan oleh rakyat biasa. Ada juga dibuat dari kulit atau logam mulia, ini biasa digunakan oleh kaum ningrat dan tokoh-tokoh penting lainnya. Pada kragnya juga acapkali ditambahkan hiasan dari permata yang disusun dalam susunan geometris.
Sedangkan sarung pendek atau disebut SCHENTI juga memberikan efek dekoratif pada kalasiris. Yang juga terkadang dibuat dari kulit berlapis emas.
Asesoris lainnya ada selendang yang disebut STOLA yang disusun sebagai draperi pada bahu. Dikenakan juga semacam rompi panjang yang dibuat dari susunan jalinan dan ronce manik-manik.
Untuk Firaun, kalasiris yang berlipit-lipit dibuat dari kain emas agar memberi kesan kedewaan.
Untuk Pendeta dan Firaun memakai tutup kepala dari kain yang dilipat menjadi segitiga.
Tutup kepala ini disebut KLAFT.
Aneka mahkota yang terdapat di Mesir:
Mahkota Pschent -: Mahkota ganda terdiri dari Mahkota Merah dan Mahkota Putih warna pada mahkota ini9 menunjukkan daerah kekuasaan pada masa itu. Untuk warna merah meliputi Mesir Bawah dan warna putih meliputi daerah Mesir Hulu.
Mahkota CHEPERESH : Mahkota pada masa kerajaan baru ini berbentuk lebih tinggi dari Pschent. Selalu dihias dengan Ular Ureus yang menghadap kedepan, sebagai kepercayan agar terlindungi dari gigitan ular.
Untuk Ratu selalu memakai hiasan burung Elang diatas kepala dengan sayap burung yang putih disisi kepala.
Selain itu ada juga Mahkota Hemhemet, Mahkota Perang, Mahkota Isis.
Raja Mesir Kuno juga melengkapi penampilannya dengan menggunakan janggut palsu. Janggut palsu ini dibuat dari serat wol atau jalinan rambut, diikat dengan pita kebelakang.
Juga ada gelang-gelang lebar dengan hiasan motif berupa symbol-simbol khas Mesir kuno seperti Ular Ureus, Papyrus, burung elang, matahari bersayap dan lain sebagainya.
Pengaruh Kebudayaan Mesir Kuno ini merupakan sumber ide atau inspirasi yang tak pernah habis terhadap dunia mode. Masa Mesir Kuno ditahun 20an merupakan sumbangan besar kepada gaya tahun 20an sampai dengan tahun 40an yang kemudian dikenal sebagai Gaya ART DECO.

mode fashion

 
 
 
20071-Red
Added: 27-08-2013
 
20070-Orange
Added: 25-08-2013
 
20068-Red
Added: 25-08-2013
 
20067-Black
Added: 25-08-2013
Rp. 174.000,00
 
Rp. 174.000,00
 
Rp. 155.000,00
 
Rp. 165.000,00

 

 

 

 
 
 
20066-Red
Added: 25-08-2013
 
20066-Black
Added: 25-08-2013
 
20061-Camel
Added: 25-08-2013
 
20047-Khaki
Added: 25-08-2013
Rp. 165.000,00
 
Rp. 165.000,00
 
Rp. 178.000,00
 
Rp. 210.000,00

 

 

 

 
 
 
20046-Red
Added: 25-08-2013
 
20037-Brown
Added: 22-08-2013
 
20032-Brown
Added: 22-08-2013
 
20031-Yellow
Added: 22-08-2013
Rp. 168.000,00
 
Rp. 128.000,00
 
Rp. 147.000,00
 
Rp. 121.000,00